Senin, 18 Maret 2013

Teknologi Ramah Lingkungan



Kondisi bumi yang terus menurun dari tahun ke tahun serta isu tentang pemanasan global santer dibicarakan akhir-akhir ini. Seperti yang kita ketahui dan rasakan, alam di sekitar kitapun “memberikan sinyal” bahwa telah terjadi kerusakan serius dan jika tidak ditanggulangi dengan segera akan membahayakan masa depan makhluk hidup di dunia ini. Cuaca yang kian memanas, naiknya permukaan air laut diatas ambang normal adalah contoh nyata efek dari pemanasan global. Dalam beberapa kliping maupun artikel teknologi ramah lingkungan terbaru, diungkapkan bahwa aktifitas pabrik dengan berbagai teknologi mesin serta banyaknya kendaraan bermotor di sebut-sebut sebagai penyumbang emisi terbesar di dunia.

Kondisi yang dilematis dirasakan oleh perusahaan-perusahaan di bidang teknologi mesin, baik itu mesin produksi di pabrik, otomotif ataupun mesin-mesin lainnya. Di satu sisi mereka harus memaksimalkan pendapatan dengan menekan biaya produksi sekecil mungkin, namun di sisi lain mereka juga dituntut untuk mengembangkan / menggunakan teknologi terbaru yang ramah akan lingkungan. Sementara seperti yang kita ketahui bersama dari berbagai referensi baik itu bersumber dari artikel teknologi maupun media masa, bahwa biaya untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan membutuhkan investasi yang sangat mahal.

Berikut ini adalah contoh pengaplikasian teknologi ramah lingkungan :

1. Pembangkit listrik tenaga surya / sinar matahari (nanosolar).

2. Pembangkit listrik tenaga panas bumi (Enhanced Geolhermal System / EGS).

3. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

4. Mobil bertenaga listrik.

Setidaknya ada tiga jenis model energi ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin mobil, yakni :
    - perpaduan antara motor listrik dan mesin bensin (hybrid)
    - energi listrik yang berasal dari tenaga surya atau sinar matahari (nanosolar)
    - energi listrik melalui alat pengisian ulang atau baterai, seperti pada perangkat ponsel (charger)

Teknologi yang humanis atau yang biasa kita sebut sebagai teknologi ramah lingkungan, dapat diartikan sebagai semua hal yang berhubungan dengan perangkat teknologi untuk tujuan tertentu dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Sebelumnya orang hanya berfikir instan, bagaimana cara untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperhatikan efek panjang dari semua aktifitasnya, hingga alam memberikan peringatan dan akhirnya kesadaran itu muncul. Berapa nilai oksigen yang kita hirup? Atau seberapa besar artinya kelestarian harimau sumatera, orangutan di kalimantan serta pinguin yang hidup di kutub sana? Jika kita mau bicara jujur, semua itu tak ternilai harganya. Sudah saatnya kita duduk bersama dan merubah visi demi masa depan anak cucu kita.

Lantas apa yang bisa kita sumbangkan dalam rangka ikut melestarikan lingkungan? Di kehidupan sehari-hari banyak hal bisa kita lakukan, mulailah dari hal-hal kecil. Mengumpulkan sampah organik / non organik di sekitar kita kemudian kita pisahkan untuk di daur ulang kembali. Menggunakan listrik seperlunya saja serta mengontrol pemakaian air. Atau jika anda ingin menggunakan mesin pengawet makanan dirumah dengan teknologi yang ramah lingkungan, pilihlah kulkas pendingin tanpa freon. Banyak artikel maupun referensi & informasi yang mengunkapkan bahwa zat ini sangat berpotensi merusak lapisan ozon. Itulah beberapa kiat untuk kita berpartisipasi mengurangi pemanasan global, dan selanjutnya pilihan ada ditangan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar